Financial Statements
  • PT. Pakuwon Jati Tbk. and its subsidiaries

    Consolidated Financial Statements as of June 30, 2014 (Unaudited) and December 31, 2013, 2012 and 2011 and for the Six-Month Periods Ended June 30, 2014 and 2013 (Unaudited) and for the years ended December 31, 2013, 2012 and 2011

    More
  • Pendapatan Usaha Pakuwon Naik 32,4 Persen

    Koran Tempo, 31 July 2013 JAKARTA — Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), membukukan kenaikan pendapatan usaha 32,4 persen pada semester I 2013 menjadi Rp 1,54 triliun. Presiden Direktur Pakuwon Jati, Richard Adisastra, mengatakan kenaikan pendapatan ditopang oleh penjualan kondominium dan bangunan kantor. "Menyumbang sebesar 53,8 persen atau senilai Rp 711 miliar dari total penjualan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada PT Bursa Efek Indonesia kemarin. Pendapatan perseroan juga ditopang jasa sewa ruangan yang menyumbang 20 persen dari total pendapatan.

    Sisanya, pendapatan diperoleh dari penyediaan jasa pemeliharaan, pendapatan hotel, dan pendapatan usaha lainnya. Richard menyatakan, pada semester I 2013, laba kotor perusahaan meningkat 48,8 persen menjadi Rp 898 miliar. Perseroan juga membukukan kenaikan laba bersih sebesar 41,8 persen menjadi Rp 641 miliar pada semester pertama ini.

  • Margin Laba Bersih PWON 41%

    Kontan Online, 31 July 2013 Sepanjang semester I-2013, kantong PT Pakuwon Jati Tbk kian tebal. Hal ini tercermin dari meningkatnya margin laba bersih perusahaan berkode Saham PWON itu dari 35% menjadi 41%. Kenaikan tersebut berkat laba bersih perusahaan meroket. Irene Tedja, Direktur Investor Relation Pakuwon Jati menjelaskan, hingga akhir Juni 2013, laba bersih PWON tercatat sebesar Rp 635 miliar. Kenaikan itu mencapai 75% dibanding kinerja sampai akhir Juni 2012 yang hanya sebesar Rp 364 miliar. Di saat yang sama, pendapatan bersih pengembang properti ini juga terkerek naik dari Rp 1,04 triliun menjadi Rp 1,54 triliun. "Komposisi pendapatan PWON untuk semester I-2013 (berasal dari) 44% recurring revenue dan 56% development revenue" terang Irene dalam pernyataan resminya, Selasa (30/7). Adapun sumber pendapatan berulang alias recurring revenue bersumber dari okupansi sejumlah pusat perbelanjaan yang dimiliki PWON. Di antaranya Kota Kasablanka yang telah berhasil mencapai okupansi sebesar 94%. Asal tahu saja, pusat perbelanjaan ini baru berumur setahun. Kemudian, ada Gandaria City yang memiliki tingkat okupansi sebesar 98% dan Tunjungan Plaza dengan tingkat okupansi yang sudah mencapai 99%.

More