Jawa Pos, Jakarta, 12 Januari 2012. Perusahaan investasi asing membeli saham perusahaan properti PT Pakuwon Jati Tbk(PWON) senilai Rp 572,57 milliar. Saham yang dieksekusi berasal dari BSL Investment Inc yang merupakan salah satu pemegang lebih dari 20 persen saham perseroan.

Direktur Investor Relations PWON, Irene Tedja mengatakan, transaksi saham dilakukan pada 10 Januari 2012. Saham yang ditransaksikan sebanyak 880,878,000 lembar(7,3 persen) pada harga Rp 650 per saham. Maka nilai transaksi mencapai Rp 572,570,700,000.

Dalam transaksi tersebut Standard Chartered Bank bertindak sebagai koordinator dan penasihat finansial tunggal Irene belum bisa menyebut nama pembeli sahamnya secara detail karena informasi yang didapat dari BSL sebatas identitas umum bahwa pemborongnya adalah grup investor asing. "Bagi kami ini sebuah penghargaan besar bahwa ada penilaian terhadap performa perusahaan. Ternyata performa kami diminati oleh grup investor asing", ujarnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (11/1).

Secara umum Irene meyakini bahwa apresiasi investor asing akan berdampak pada sentimen positif dari investor domestik di masa mendatang. Dia juga meyakini bahwa ketertarikan investor terhadap saham perseroan tidak terlepas dari beberapa proyek besar yang sedang digarap saat ini.

Salah satunya superblok Kota Kasablanka di Jakarta yang memiliki cadangan lahan seluas 27.924 meter persegi. Pada proyek yang diklaim akan menjadi superblok terbesar di Jakarta Selatan itu akan dibangun kawasan terintegrasi yang terdiri atas pusat perbelanjaan, gedung kantor dan empat menara kondominium.

PWON memiliki proyek Kota Kasablanka dari hasil penggunaan dana right issue senilai Rp 1,3 triliun tahun lalu. Dana tersebut digunakan untuk mengakuisisi 457,49 juta saham PT Elite Prima Hutama yang merupakan pemilik Kota Kasablanka. "Saya rasa salah satu proyek yang menarik bagi investor adalah Kota Kasablanka", ucapnya.

Proyek Kota Kasablanka itu sudah bergulir dan pertengahan tahun ini dijadwalkan selesai untuk pembangunan mal. PWON juga sedang melakukan ekspansi Tunjungan Plaza V yang akan menjadi salah satu gedung tertinggi di Surabaya.