BSL Investment lego saham Pakuwon
Bisnis Indonesia, JAKARTA, 14 Januari 2012. BSL Investment Inc., perusahaan asal British Virgin Island menjual sebagian kepemilikan sahamnya di PT Pakuwon Jati Tbk sebesar 880,88 juta saham senilai Rp650 per saham.
Direktur Keuangan Pakuwon Jati Minarto Basuki mengatakan berdasarkan surat pemberitahuan dari BSL Investment kepada perseroan, transaksi tersebut dilakukan pada 10 Januari 2012. "Dalam surat tersebut BSL Investment telah menjual kepada investor institusi, tetapi kami tidak tahu siapa investor yang dimaksud itu", ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Minarto mengungkapkan sebelumnya BSL Investment memiliki 22,14% saham Pakuwon. Penjualan 880,88 juta saham perseroan oleh BSL Inventment merepresentasikan sekitar 7% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Adapun kepemilikan BSL dalam Pakuwon yaitu sekitar 15% . Transaksi itu tidak mengubah porsi kepemilikan saham perseroan secara signifikan. "BSL bukan pemegang saham pengendali Pakuwon jadi transaksi itu tidak akan mengubah komposisi pemegang saham", tuturnya.
Pakuwon merupakan pengembang superblok Tunjungan City dan Gandaria City. Perseroan baru saja menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 2miliar saham, setara dengan 20% dari total modal ditempatkan dan disetor dengan harga pelaksanaan Rp650 per saham.
Dari aksi korporasi tersebut perseroan mengantongi dana segar senilai Rp1,3 triliun yang digunakan untuk mengakuisisi 99,99 saham setara dengan 457,49 juta saham PT Elite Prima Hutama dari PT Pakuwon Permai yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan perseroan.
Menurut Minarto, proses akuisisi Elite Prima selesai dilaksanakan perseroan pada 29 Desember 2011. Perseroan masih menghitung kembali nilai kontribusi anak usaha baru tersebut bagi pendapatan perseroan tahun ini.
Berdasarkan prospektur ringkas rights issue, perseroan berharap pendapatan konsolidasi setelah akuisisi tersebut meningkat 8,16% menjadi Rp918,39 miliar pada periode 8 bulan pertama tahun ini dari semula Rp849,07 miliar. Adapun, laba bersih perseroan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk diproyeksikan tumbuh 10,84% menjadi Rp230,46 miliar dari sebelumnya Rp207,92 miliar. Aset perseroan juga diperkirakan naik 32,77% menjadi Rp5,34 triliun dari Rp4,02 triliun.
"Mal di Kota Kasablanka milik Elite Prima baru akan beroperasi pada tahun depan tetapi sepertinya sebagian penjualan sudah bisa diakui tahun ini. Sekarang kami masih menghitung berapa nilainya", tuturnya. Setelah menggelar rights issue Pakuwon Jati juga berencana untuk mencari fasilitas pinjaman dari perbankan guna membiayai kembali (refinancing) utang yang jatuh tempo dan melunasi obligasi.
Minarto mengatakan perseroan sedang melakukan negosiasi dengan beberapa bank nasional untuk meraih pinjaman tersebut. Namun dia masih enggan menyebutkan nilai pinjaman yang dibidik perusahaan.
