Pakuwon Jati akan Refinancing Utang Rp 1 T
Investor Daily Indonesia, Jakarta, 19 januari 2012. PT Pakuwon Jati Tbk(PWON) akan membayar utang dengan pinjaman bank refinancing maksimal sebesar Rp 1 triliun. Perseroan memiliki utang bank senilai Rp 2,05 triliun dan obligasi global US$ 43 juta.
Direktur Keuangan Pakuwon, Minarto Basuki mengungkapkan pihaknya telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset berupa Tunjungan Plaza 1 dan III senilai lebih dari Rp 2 triliun. Dengan penjaminan tersebut Pakuwon sedang menjajaki pinjaman dari tiga sampai empat bank lokal.
"Kami belum bisa mengungkapkan siapa saja banknya dan berapa pinjaman yang akan diberikan. Tapi kami menargetkan maksimum nilai pinjaman sebesar Rp 1 triliun", kata Minarto di Jakarta Rabu(18/1). Minarto mengakui pihaknya akan mempercepat pembayaran globalbond meski baru akan jatuh tempo pada 2015. Percepatan itu dapat mengurangi utang berdenominasi dolar AS sehingga perseroan lebih aman dengan utang rupiah. Kami bisa menurunkan tingkat bunga dari 12% menjadi sekitar 10-11%", ujar dia.
Direktur Pakuwon, Irene Tedja Murdaya, menambahkan tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun atau meningkat 15-20% dibandingkan estimasi tahun lalu Rp 1,5 triliun. Laba bersih diproyeksi mencapai Rp 425-476 miliar atau sekitar 25-28% dari pendapatan tahun ini.
Irene menegaskan pendapatan perseroan akan ditopang oleh beberapa proyek yang sedang dikerjakan yaitu Tunjungan Plaza V, Superblok Kota Kasablanka dan Pakuwon City di Surabaya. Tahun ini Pakuwon mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,3triliun. Dana capex bersumber dari pinjaman bank dan kas internal. "Namun kami masih belum bisa merinci alokasi dana capex karena besarnya tergantung dari berapa besar proyek yang kami kerjakan", jelas Irene.
Saat ini Pakuwon memiliki total cadangan lahan (land bank) lebih dari 300 hektare(ha) di Pakuwon City, Tunjungan dan Kasablanka. Perseroan juga terus menjajaki peluang akuisisi lahan. "Tiap tahun kami ada akuisisi lahan di Surabaya maupun di Jakarta untuk memperbesar land bank dan untuk kebutuhan proyek residensial. Semua tergantung opportunity", ujar Irene.
Saham PakuwonBSL Investment Inc telah melepas 880,88 juta (7,3%) saham Pakuwon Jati pada harga Rp 650 per saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 572,5 miliar. Transaksi tersebut dilakukan pada 10 Januari 2012.
Sebelumnya BSL Investment memiliki 22,14% saham Pakuwon. Dengan menjual 7,3% saham kepemilikan BSL di Pakuwon menjadi 15%. BSL bukan pemegang saham pengendali Pakuwon. Pakuwon yang merupakan pengembang superblok Tunjungan City dan Gandaria City baru saja mener%bitkan saham baru (rights issue) sebanyak 2 miliar saham atau setara 20 dengan harga pelaksanaan Rp 650 per saham.
Dari aksi korporasi tersebut perseroan mengantongi dana segar senilai Rp 1,3 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mengakuisisi 99,99 saham PT Elite Prima Hutama dari PT Pakuwon Permai yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan perseroan.
