PWON Refinancing Utang Dollar AS
Koran Kontan, Jakarta, 19 Januari 2012. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tahun ini siap membayar utang dalam bentuk dollar Amerika Serikat dengan cara mencari pinjaman berbentuk rupiah. Rencana itu telah mendapat restu Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta Rabu(18/1).
PWON berniat mengajukan pinjaman bank berdenominasi rupiah dengan target Rp 1 triliun. PWON telah menjajaki tiga hingga empat bank lokal.
"Kami melakukan refinancing untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar dan menurunkan beban keuangan perusahaan. Harapannya kami mendapat bunga 10-11%", ujar Minarto Basuki, Direktur PWON, Rabu(18/1). Nilai bunga ini lebih rendah daripada bunga utang dalam bentuk dolar AS sekitar 12%.
Jika rencana pinjaman Rp 1 triliun itu bisa diraih, PWON akan melunasi global bond yang hingga akhir Desember lalu senilai US 43 juta. Selebihnya PWON akan memakai pinjaman itu untuk membayar sebagian utang perusahaan. Hingga akhir Desember 2011, total utang konsolidasi PWON mencapai Rp 2,05 triliun. Demi mendapatkan utang Rp 1 triliun, PWON akan menjaminkan dua asetnya yakni Tunjungan Plaza 1 dan 3. "Nilainya lebih dari Rp 2 triliun", ungkap Minarto.
Di tahun ini PWON mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure(capex) senilai Rp 1,3 triliun. Dana capex berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Hingga akhir Desember 2011, PWON mengantongi kas Rp 600 miliar. PWON akan fokus membangun Tunjungan Plaza 5 yang beriokasi di Surabaya. Gedung ini akan dilengkapi mal ritel di lantai bawah bergabung dengan gedung perkantoran. Di lantai atas tersedia kondominium. Proyek ini ditargetkan selesai 2014. "Kami merencanakan 40 lantai dan ini akan menjadi gedung tertinggi di Surabaya", ujar Irene Tedja Murdaya, Direktur PWON.
Manajemen PWON menetapkan marketing sales 2012 senilai Rp 1,54 triliun naik 40% dari tahun lalu. Adapun pendapatannya diprediksi naik 13% ke Rp 1,7 triliun. Sedangkan laba bersihnya dipatok 25-28% total pendapatan. Ini berarti PWON menargetkan laba bersih 2012 berkisar Rp 425 miliar-Rp 476 miliar.
